Conte Dikritik Karena Terapkan Tatkit Bertahan Melawan City

Pelatih Chelsea Antonio Conte dikritik habis-habisan setelah timnya tampil kurang bagus pada saat melawan Manchester City di Etihad Stadium. Chelsea menelan kekalahan 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak oleh Bernando Silva. Kekalahan tersebut membuat Chelsea tertinggal 5 poin dari Tottenham yang saat ini berada diperingkat ke 4. Kekalahan melawan City membuat kans Chelsea untuk bermain di Liga Champions musim depan semakin sulit.

Selain itu banyak hal yang menyayangkan takti bertahan yang diterapkan oleh pelatih asal Itali Antonio Conte. Pada laga tersebut City mendominasi pertandingan dengan 71,1 % penguasaan bola. Selain itu anak asuh Pep Guardiola membuat 1.134 sentuhan dan 975 umpan. Hal ini berbanding terbalik dengan Chelsea yang hanya memegang 28,9 % penguasaan bola. Pada laga tersebut City terus mengurung pertahanan Chelsea.

Bahkan City selalu bermain di setengah lapangan pertahanan Chelsea. Meskipun tertinggal Antonio Conte selaku pelatih dari Chelsea tetap tidak merubah taktik sehingga Chelsea keslitan menyerang dan tidak bisa menciptakan gol hingga laga berakhir. Taktik bertahan yang diterapkan leh Conte ini mengingatkan publik kepada mantan pelatih Chelsea yang saat ini menjadi pelatih Manchester United Jose Mourinho.

Pada saat melatih Chelsea Jose Mourinho juga sangat gemar memainkan pola bertahan. Musim lalu Conte mampu memberikan Chelsea gelar Liga Inggris padahal dia baru saja menjadi pelatih Chelsea. Di musim lalu Conte menerapkan sepak bola Italia dengan pola menyerang dan bertahan yang bagus. Di musim ini Conte tidak bisa menerapkan formasi seperti itu lagi.

Hal ini tidak lepas dari kepergian Matic yang memilih hijrah ke Manchester United yang dilatih mantan bosnya di Chelsea dulu. Padahal di musim lalu Matic mampu tampil apik pada saat dimainkan bersama Kante. Dengan adanya Matic Chelsea bisa bertahan dan menyerang dengan bagus sehingga bisa meraih hasil yang maksimal.

Berbeda dengan sekarang yang mana saat ini pertahanan Chelsea sangat rapuh dan sering kali kebobolan. Hal ini tidak lepas dari kinerja Bakayoko yang kurang maksimal. Bakayoko diplot untuk menggantikan peran dari Matic yang hijrah ke Setan Merah. Akan tetapi hingga saat ini mantan pemain AS Monaco masih belum menunjukan penampilan terbaiknya.

No Responses

Write a response