Conte Sangat Tegas Dalam Mengambil Keputusan

Antonio Conte dinilai membuat keputusan yang sangat fatal pada saat laga lanjutan Liga Premier League musim 17/18, antara Chelsea melawan Leicester City. Tidak pada kondisi yang cedera ataupun menurun, lantas Conte menggantikan Eden Hazard saat pertandingan berjalan dan Chelsea sama sekali belum mencetak gol.

Seperti yang terlansir dimedia Inggris, bahwa keputusan yang dilakukan Conte terhadap Eden Hazard membawa dampak yang sangat panjang. Eden Hazard mengatakan, dirinya sangat tidak puas dengan keputusan diambil oleh sang pelatih yang telah menggantikan dirinya di menit-menit awal babak kedua dengan Pedro Rodriguez.

Ditambah lagi, pada laga tersebut, Chelsea harus bermain imbang dan tidak mampu mencetak gol ke gawnag Leicester City yang sudah bermain 10 pemain setelah salah satu pemainnya diusir wasit karena mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke 68’ babak kedua.

Namun, bagi sang manajer sendiri apa yang sudah menjadi keputusan adalah mutlak yang dilakukannya terhadap tim. Antonio Conte juga mengatakan bahwa kepuasan pemain bukan hal yang sangat mengkawatirkan. Akan tetapi, Conte merasa hal seperti ini hanya baru terjadi di Inggris semenjak ia berkarya di dunia kepelatihan yang memperpanjang masalah keputusan pelatih mengeluarkan pemain bagus.

Saya tiidak terlalu mementingkan situasi seperti ini, saya yang menjadi pelatih, dimana keputusan semua saya yang ambil. Tidak begitu penting bagi saya apakah pemain itu merasa bahagia ataukah tidak. Bagi saya, kepentingan timlah yang sangat saya utamakan.  Cuman di Inggris yang saya rasa hanya mempermasalahkan kebahagiaan pemain setelah di gantikan. Tegasnya Conte di Soccerway.

Antonio Conte juga menolak bahwa dirinya di tuding mengambil keputusan yang sangat konversional, dimana harus mengeluarkan pemain kunci bagi The Blues Chelsea. Bagi Conte sendiri, keputusan tersebut bukan untuk kepentingan pemain seorang akan tetapi lebih mengendepankan kepentingan tim.

Tugas saya menjadi pelatih adalah menjadikan klub tersebut menjadi kuat, baik dari segi pemain maupun dari klub. Bukan untuk menjadikan pemain merasa senang, jika tidak seperti, saya tidak mengerti apakah Chelsea bisa berada diurutan atas klasemen. Tandasnya.

1

No Responses

Write a response