Van Dijk Tidak Pantas Dibanderol Harga Tinggi

Klub Liga Premier Inggris, Liverpool kembali dikaitkan dengan bek Southampton, Virgil Van Dijk. Namun sekarang ini harga untuk menebus bek Southampton terbilang cukup mahal. Angkanya diperkitakan mencapai 1 triliun rupiah.

Virgil Van Dijk memang menjadi salah satu incaran utama dari The Reds di bursa transfer musim panas ini. Manajer dari Liverpool, Juergeen Klopp sendiri bahkan dikabarkan sudah mencoba untuk meyakinkan sang pemain secara pribadi untuk pindah ke Liverpool di musim panas ini. Namun pendekatan terhadap bek Internasional asal Belanda tersebut dinilai oleh Southampton sebagai sebuah cara yang ilegal. Pada akhirnya The Reds kemudian melontarkan permintaan maaf dan menyatakan tidak akan lagi mencoba untuk mendekati Virgil Van Dijk.

Namun belakangan ini Si Merah dikabarkan kembali ingin mencoba untuk mendatangkan Virgil Van Dijk usai adanya minta dari klub lain. Liverpool bahkan dikabarkan sudah siap melemparkan penawaran kepada Soton. Yang kemudian menjadi permasalahan adalah Soton sendiri memberikan harga pemainnya dengan amat tinggi.

Virgil Van Dijk sendiri diperkirakan baru akan diperbolehkan melakukan pembicaraan dengan klub lain apabila klub yang meminatinya tersebut berani membayar minimal dengang dana 60 juta Pounds atau sekitar 1 triliun rupiah. Harga tersebut langsung disoroti oleh mantan pemain Liverpool, Steve Nicol. Menurut Nicol harga Van Dijk terbilang terlalu tinggi untuk ditebus Liverpool. Terlebih sang pemain belum membuktikan penampilannya ketika bermain dengan tekanan besar seperti di Liverpool.

“Kalau harganya sesuai yang mana saya harapkan tentu bukan di angka 60 juta Pounds, tentu itu bagus. Saya merasa dia tak pantas jika dilabeli dengan harga 60 juta Pounds. Dia pemain yang bagus. Liverpool memang butuh bek tengah sekarang ini. Pertanyaannya adalah apakah nantinya dia bisa bermain baik di sini? Dia memang telah melakukan hal tersebut di Southampton. Namun saya tidak tahu jika dia bermain di salah satu klub raksasa di Liga Premier Inggris” tutur Steve Nicol yang merupakan pemain The Reds di era 1981 sampai 1994.

2

No Responses

Write a response